Lacoste CVC, Bahan Berkualitas Untuk Kaos Polo

Lacoste CVC, Bahan Berkualitas Untuk Kaos Polo

 

Lacoste CVC – Produksi kaos polo yang dikenal dengan nama kaos wangki (kerah) sangat berkaitan dengan dua bahan yakni bahan lacost CVC, bagi orang yang awam dalam bahan tekstil mungkin akan merasa asing dengan nama lacoste CVC ini padahal bahan ini merupakan bahan yang paling banyak dipakai sebagai bahan kaos berkerah.

 

Dilihat dari karakeristik bahanya, lacoste CVC merupakan jenis bahan dengan rajutan benang yang tidak serapat jenis katun combed atau bahkan kerapatannya tidak seperti bahan yang banyak mengandung polyster, hal ini menjadikan bahan lacoste bertekstur layaknya memiliki pori-pori dan tidak sehalus kaos combed. Jenis lacoste CVC sendiri memiliki berbagai macam ketebalan seperti 20s, 24s, hingga 30s.

 

Dengan adanya karakteristik bahan yang umumnya berpori, maka tidak semua teknik sablon dapat diaplikasikan pada jenis kain tersebut karena permukaan kainnya yang tidak rata. Aplikasi sablon pada jenis kain ini cenderung memberikan hasil yang kurang maksimal.  Yang paling direkomendasikan adalah teknik bordir karena akan memberikan hasil yang terbaik berdasarkan tekstur yang ada. Paduan kaos polos lacost CVC  dengan ornament bordir banyak digunakan hampir di semua keperluan pakaian seragam.

 

Banyak yang menganggap CVC merupakan singkatan dari cotton viscose, namun apabila dilihat dari karakteristiknya jelas berbeda meski sama terbuat dari bahan yang dominan cotton namun untuk viscose sendiri merupkan bahan yang dibuat melalu percampuran bahan semi-sintetis rayon, yang pada mulanya digunakan untuk membuat bahan  sutra sintetis dengan karakter benang yang kuat namun dgn tingkat kenyamanan yang tinggi.

 

CVC merupakan singkatan dari Chief Value Cotton, merupakan jenis bahan kaos polos yang dibuat dengan kombinasi kain Polyester dengan Cotton, perbandingan komposisi Cottonnya sama atau lebih dominan dibandingkan dengan Polyesternya.  Biasanya komposisi kain yang digunakan memiliki perbandingan 55% Cotton dan 45% Polyester, 60% Cotton dan 40% Polyester atau 50% Cotton dan 50% Polyester.  Sehingga bisa disimpulkan bahwa untuk jenis kain CVC, kandungan serat kapas alaminya bisa sama atau bahkan lebih besar dari kandungan Polyesternya sehingga karakteristik yang dimilikinya berbeda dengan jenis kain TC (Teteron Cotton).  Jenis kain Chief Value Cotton (CVC) banyak digunakan untuk pembuatan kaos oblong polos maupun sablon.